Rabu, 10 September 2008

HP SISWA DAN PERMASALAHANNYA

Semula SMA Marsudirini memutuskan melarang siswa menggunakan/membawa HP ke sekolah. Beberapa siswa melakukan pelanggaran dengan sembunyi-sembunyi membawa HP. Alasannya untuk komunikasi dengan keluarga supaya dijemput saat pulang sekolah. Demikian pula orang tua yang bersangkutan mengusulkan supaya siswa diperbolehkan membawa HP karena memang sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa tertentu.

Akhirnya sekolah memutuskan untuk memperbolehkan siswa membawa HP tetapi harus dititipkan ke kantor. Usai sekolah baru boleh diambil untuk dapat dipergunakan. Dalam perjalanannya tidak banyak siswa yang menitipkan. Sebagian besar siswa yang membawa menyembunyikan dalam tas atau disaku. Beberapa ada yang ketangkap menggunakan HP saat jam pelajaran. Siswa mengusulkan supaya diberi kelonggaran soal HP. Alasannya masak hari gini masih dilarang pakai HP, nampak kalau tidak mengikuti perkembangan jaman.

Selanjutnya sekolah membebaskan siswa membawa HP. Hanya satu catatan aturan yaitu tidak boleh dipergunakan saat proses pembelajaran. Mereka yang ketangkap mengunakan HP saat kegiatan belajar, HP disita sampai akhir tahun yaitu kenaikan kelas/lulus.

Ternyata siswa mulai menyalahgunakan kelonggaran yang diberikan sekolah. Mereka tetap mengaktifkan tetapi suara tidak diaktifkan hanya getar. Pada saat HP nya bergetar siswa mulai tergoda untuk membuka. Ada yang kemudian pura-pura mau kencing ke WC padahal mau membuka HP dan SMS. Ada juga yang seperti kecanduan sehingga saat istirahat/pulang sekolah tanggan tidak lepas dari tombol-tombol HP. Bahkan ada yang HPnya diisi dengan gambar porno. Aduh sungguh sangat memprihatinkan. Ada siswa yang administrasi keuangan tidak beres tetapi mampu membeli pulsa dsb. Sekolah agak direpotkan dengan urusan HP. mau melarang dinilai gaptek, tetapi diberi kelonggaran justru rawan penyelewengan.

Oleh karena itu dalam waktu singkat ini akan ada perubahan aturan mengenai pengunaan HP siswa di sekolah!!!.

Tidak ada komentar: