Jumat, 22 April 2016

HARI KARTINI & KARTONO 2016 SMA MARSUDIRINI MUNTILAN

Tidak seperti biasa, kemarin Kamis, 21 April 2016, siswa-siswi beserta guru dan karyawan SMA Marsudirini Muntilan mengenakan pakaian daerah dalam rangka ikut ambil bagian dalam peringatan Hari Kartini.

Kegiatan sepanjang hari itupun juga tidak biasa. Proses pembelajaran diadakan di halaman sekolah dengan kegiatan:
1. Upacara Bendera memperingati hari Kartini
2. Lomba Geguritan (puisi Jawa) dengan peserta luar Jawa
3. Lomba Menyanyi Lagu Ibu Kita Kartini dan lagu Daerah
4. Lomba Memasak dari bahan Ketela.

Kegiatan upacara juga tidak biasa, karena petugasnya para guru dan karyawan, para siswa menjadi peserta upacara. Hal ini sebagai bentuk kesetaraan dan juga bentuk pendidikan bahwa guru tidak hanya bisa "dhawuh" (perintah) tetapi juga bisa melaksanakan. Sebagai keluarga kita saling asah, asih dan asuh.

Untuk kegiatan geguritan, setiap kelas membuat puisi bahasa Jawa dengan tema Kartini, dimana peserta yang memerankan dipilih siswa selain  suku Jawa. Ternyata beberapa siswa dari luar Jawa sudah fasih mengucapkan bahasa Jawa.  Terima kasih, berarti mereka sudah bisa membaur terutama dalam pergaulan sehari-hari dengan teman dan masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib Ibu Kita kartini dan satu lagu daerah sebagai pilihan. Setiap kelas boleh menampilkan kreasinya dalam memilih iringan musik baik yang konvensional seperti gitar, jimbe maupun alat musik yang aneh seperti kursi seng, gelas dsb. Mereka berusaha tampil sebaik-baiknya. Semoga semangat Kartini tetap menggelora di hati Kartini-Kartono masa kini.

Kegiatan yang membutuhkan waktu agak panjang adalah memasak dari bahan ketela. Tungku yang disediakan panitia OSIS adalah anglo dan arang. Para peserta memasak di sekitar halaman sekolah. Ada yang membuat combro, wajik, gethuk goreng, bengawan solo, kolak, kluwo, kroket dsb. Setiap kelompok saling kompak mencoba menampilkan makanan yang paling menarik dan tentu saja enak.
Setelah selesai makanan dari ketela tersebut dihidangkan dalam satu meja untuk dinilai dan dicicipi. Selain yang ditunjuk sebagai yuri, para guru dan karyawan yang lain ikut mencicipi. Woooow  mak nyusssss.... enak tenaaan......!

Demikian sekilas info kegiatan memperingati hari Kartini di SMA Marsudirini Muntilan. Berikut beberapa foto kegiatan-kegiatan tersebut!

Guru dan Karyawan sebagai petugas upacara
Menyiapkan pasukan

Laporan kepada pemimpin upacara

Bu Titik, aja kesrimpet jarite lho...!

Bahwa sesungguhnyaemerdekaan itu.....

Peserta upacara menyanyikan Mars Marsudirini

kompak dong pak bu!

mejeng usai upacara






Kartini.....oh....kartini...

Kula tiyang Papua



mbak yu, niki mbumbune sampun leres?

Kartono menggoreng combro


para yuri menilai aneka makanan ketela

Beberapa contoh olahan dari ketela




Rabu, 06 April 2016

UN 2016 DI SMA MARSUDIRINI MUNTILAN

Saat tulisan ini di buat sedang berlangsung UN mapel Bahasa Inggris, yang merupakan UN hari ke-3 (hari terakhir). Sebagaimana sekolah-sekolah yang lain di seluruh Indonesia mulai Senin 4 April - Rabu 6 April sedang berlangsung UN SMA yang berbasis kertas dan pensil.

Hingga tulisan ini dibuat UN di SMA Marsudirini Muntilan berjalan lancar dan aman. Terlebih jam pertama hari ini yaitu mapel Bahasa Inggris saat listening. Kami mendapat bantuan keamanan dari Polsek Muntilan untuk mengamankan jalan raya Muntilan Talun terutama dari truk-truk  bermuatan pasir yang suaranya dapat mengganggu suasana listening. Terima kasih kepada kepolisian sektor Muntilan atas bantuan keamanannya.

SMA Marsudirini pada pelaksanaan UN ini juga dikunjungi sekaligus monitoring baik dari Disdikpora Kab. Magelang, dari Perguruan Tinggi maupun dari Yayasan Marsudirini Pusat Semarang.

Dalam menghadapi UN ini para siswa juga mendapatkan pendampingan baik akademik (belajar) maupun mental dari guru-guru yang dilaksanakan di sekolah sampai memasuki ruang ujian. Dengan harapan para siswa mantab menginguti UN dan semoga hasilnya juga optimal.

Kunjungan Sr. M. Patrice OSF Ketua Yay. Marsudirini Pusat

Polisi berpakaian batik pengawal soal dan keamanan UN

Bapak/Ibu Guru Pengawas Ruang UN

Peneguhan dari Guru sebelum Masuk Ruangan UN

Korwas yang setia mengambil dan mengantar Naskah dan LJUN,
berangkat paling pagi pulang paling siang

Keluar ruang usai mengerjakan UN

Monitoring dari Disdikpora Kab Magelang


Guru menemani saat istirahat sebelum UN jam ke-2

Pintu Masuk Ruang UN

Doa merupakan kekuatan sebelum UN

Panitia sedang menyiapkan UN di sekretariat

Pengawas memasuki ruang UN dan mempersilakan siswa masuk!

Rabu, 23 Maret 2016

GURU DAN KARYAWAN SMA MARSUDIRINI MUNTILAN BERBUSANA DAERAH

Dalam rangka ikut berpartisipasi memperingati HUT Kota Mungkid ibu kota Kab. Magelang, para guru dan karyawan berpakaian Daerah. Hal ini selain merupakan ajakan dari bapak Bupati Magelang, juga dalam rangka memelihara budaya daerah.

Kami menyadari bahwa kecintaan terhadap budaya daerah, Jawa khususnya, sudah mulai luntur. Maka sangat baik untuk mengaktualkan budaya daerah Jawa dengan busana Jawa dan bertutur dengan bahasa Jawa.

Ada yang komentar, wah kalau setiap hari begini agak ribet. Tetapi kalau hanya setahun sekali ya tidak apa-apa. Atau mungkin nanti setiap selapan hari (35 hari) sekali seperti daerah yang lain juga bagus.

Selamat Kota Mungkid, Jayalah selalu dan Makmurkan rakyatmu!


foto bareng di depan sekolah
Bagaimana wajah guru dan karyawan???
Mana yang lain ya?

Selasa, 22 Maret 2016

SMA MARSUDIRINI MUNTILAN MENANAM 6000 POHON

Keluarga SMA Marsudirini Muntilan pada hari Sabtu 19 Maret 2016 melaksanakan Bakti Sosial dengan tema "Marsudirini Peduli dan Berbagi" dengan Menanam 6000 pohon di desa Podosuko Kecamatan Sawangan Kab. Magelang.

Baksos tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan  90 tahun para Suster OSF berkarya di Muntilan dan juga 10 SMA Marsudirini Muntilan.

Kegiatan dimulai di halaman Susteran OSF Muntilan di Jalan Kartini dengan upacara sederhana dan penyerahan bibit buah kepada TK St Theresia Muntilan, SD Marsudirini Muntilan, SMP Marganingsih Muntilan, Asrama Marsudirini Muntilan dan juga biara Susteran OSF Muntilan. Penyerahan bibit buah-buahan ini diharapkan dapat ditanam dan nantinya meghasilkan buah serta menambah kerindangan di sekolah serta sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menjaga bumi kita sebagai tempat hidup kita.

Selesai upacara di halaman Susteran, para siswa dan guru SMA Marsudirini dan beberapa perwakilan siswa dari SMP Marganingsih melanjutkan perjalanan menuju daerah tempat penanaman 6000 pohon yaitu di dusun Pandansari, desa Podosoko, kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

Sesampai di dusun Pandansari, para siswa menurunkan 6000 bibit sengon dan mengelompokkan menjadi 6 masing-masing 1000 pohon yang akan dibagikan kepada 6 dusun yaitu dusun Piji, dusun Podo, dusun Bulu Lor, dusun Bulu Kidul, dusun Kopen dan dusun Pandansari.

Dalam sambutannya bapak Suyanto, yang mewakili 6 dusun, mengucapkan terima kasih atas kepedulian SMA Marsudirini untuk kedua kalinya berbagi dengan warga masyarakat dengan membagikan bibit sengon dimana tahun yang lalu membagikan bibit buah-buahan. Selain sebagai salah satu bentuk penghijauan juga sangat bermanfaat bagi masyarakat secara nyata. Bapak Suyanto juga mengajak para siswa belajar tidak hanya di bangku sekolah tetapi langsung belajar di alam bersama warga masyarakat tentang kehidupan. Warga masyarakat berharap supaya SMA Marsudirini Muntilan tidak hanya menghasilkan siswa yang peduli dan pandai tetapi juga menjadi pribadi yang sopan dan memegang teguh norma yang berlaku.

Para siswa sangat senang karena langsung ikut serta dengan masyarakat menanam pohon di ladang yang sejuk, luas dan menentramkan. Ada juga yang kagum melihat hasil kebun masyarakat.


Menanam buah di halaman sekolah
Penyerahan bibit kepada TK, SD, SMP, Biara, Asrama
Bibit sengon siap dibagikan!

Sambutan Kepala Sekolah saat penyerahan Bibit

Perwakilan warga Dusun yang akan menanam Bibit Sengon

Untuk dusunku yang mana ya.....?

Nuwun Nggih! niki kangge dusun  Kula

Mbah.... dimana nanamnya?

whooooo begini ta cara nanamnya .....!

Sudah betul Bu, caranya?!!!
weleh weleh.....Durene meh mateng....!

Pohon Sengon yang siap dipanen,....untuk biaya sekolah!

Melepas lelah...... enaknya!!!

Mejeng setelah bibitnya habis di tanam!

kenangan....!
Terima kasih boleh belajar di alam yang menyenangkan!