Senin, 17 November 2008

LOMBA KEMARSUDIRINIAN RAYON SELATAN


Juara I cerita bhs Inggris


Juara I Cerdas cermat


Inilah Piala yang diserahkan siswa kepada sekolah


Dalam rangka membumikan semangat dasar pendahulu yaitu Fransiskus Asisi dan Ibu Magdalena Daemen, yayasan Marsudirini menyelenggarakan lomba antar sekolah Marsudirini mulai dari TK hingga SMA/SMK. Macam lombanya natara lain: ceritera dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, menggubah lagu, melukis, Cerdas cermat dsb. Kegiatan ini terbagi dalam bebarapa rayon. Untuk rayon selatan meliputi Muntilan, Boro, Yogyakarta dan Surakarta telah mengadakan berbagai lomba persaudaraan bertempat di komplek Muntilan khususnya halaman dan ruang kelas SMP Marganingsih dan SD Marsudirini.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 15 November 2008 ini dimulai sekitar pukul 09.00, dihadiri juga oleh Ketua yayasan Marsudirini yaitu Sr. M. Theresie OSF, M.Pd yang dengan tekun mengunjungi dan menyaksikan berbagai lomba tersebut. Dari awal sudah diinformasikan bahwa lomba ini tidak semata-mata mencari kemenangan tetapi yang utama adalah persaudaraan antarsekolah Marsudirini.

SMA Marsudirini Muntilan juga berpartisipasi dalam lomba ini dan mendapatkan beberapa hasil yaitu Juara I dan juara III Ceritera dalam bahasa Inggris atas nama Yohana Yusuf dan Lusia Driki. Juara I Cerdas Cermat atas nama Dionesia, Dian P dan Satria. Juara I bercerita bahasa Indonesia atas nama Rith Dita.

Terima kasih atas partisipasinya. Tingkatkan persaudaraan diantara kita.

REKOLEKSI KELAS X DAN XI SMA MARSUDIRINII


sharing kelompok


Inilah potret kelasku


Tulis, biar kelihatan kalau sudah kerja

Bertempat di Rumah Retret Santo Fransiskus Muntilan, tanggal 10 - 12 November 2008, SMA Marsudirini Muntilan kelas X dan XI secara bergantian mengikuti rekoleksi. Rekoleksi ini merupakan program tahunan sekolah yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Sementara untuk kelas XII nanti akan dilaksanakan retret sekitar bulan Desember 2008.

Rekoleksi tahun ini dibimbing oleh Tim guru SMA Marsudirini sendiri yaitu Ibu Dra L. Sri Suparsih, Ign. Rini Purwati, S,Pd, M. Ika Margaretha dan komandonya Y. Suwarno, S.Pd. serta dibantu para wali kelasnya. Thema yang diambil " Aku telah Dewasa". Harapannya setelah mengikuti rekoleksi ini para siswa bertambah dewasa baik dalam belajar maupun dalam melaksanakan tugas-tugas lainnya. Acara dikemas dengan berbagai kegiatan mulai dari refleksi, dialog, bermain, informasi dsb.

Dari hasil evalusi, dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan ini dirasakan banyak sekali manfaatnya, sehingga ada yang mengusulkan supaya diadakan setahun 2 kali minimal. Demikian pula mereka memberikan tanggapan bahwa para pembimbing sudah baik dalam memberikan materi dan pendampingan. Saran dari siswa agar diperbanyak metode bermainnya.

Terma kasih semuanya, untuk dijadikan pertimbangan untuk kegiatan mendatang. Selamat berrekoleksi. Tunjukkan bahwa kamu sungguh telah dewasa dan ada perubahan positif dari pada hari-hari sebelumnya. Semoga!!!

Kamis, 16 Oktober 2008

OKTOBER BAGI KITA

Banyak hal yang bisa direnungkan pada bulan Oktober ini. Bagi pelajar, khususnya tengah bulan Oktober ini disibukkan dengan kegiatan Tes Mid Semester. Hal ini merupakan kesempatan bagi kita para pelajar untuk melihat dan mengetahui sejauh mana perkembangan belajar kita. Kalau nanti hasil mid semester baik berarti ada kemajuan dan kita berkembang. Sebaliknya kalau hasilnya jelek berarti kita tidak maju atau malah mundur. Untuk memperbaiki bisa ditemukan dulu penyebabnya. Apa yang kurangn pada kita dan apa yang berlebih. Mungkin ada yang belajarnya sedikit dolannya banyak. Untuk memperbaiki harus dibalik yaitu kurangi dolan tambah belajar dst.

Sebagai bangsa Indonesia kita bisa mengenang berbagai hal yang berkaitan dengah kebangsaan kita. Sekarang ini ada gejala semangat kebangsaan kita berkurang. Rasa nasionalisme kita juga berkurang. Maka baik kalau kita mengenang peristiwa Sumpah Pemuda. Para pemuda saat itu berani menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Apakah semangat persatuan itu masih hidup dan berkembang dalam diri kita sekarang ini? Jangan-jangan kita justru mengembangkan kebalikannya. Kita merusak persatuan kita. Apakah kita masih mncintai tanah air kita? Ada keprihatinan bahwa generasi muda kita sekarang ini sudah tidak kenal lagi wilayah indonesia. Pengetahuan tentang peta Indonesia lemah. Semangat sebagai satu bangsa juga dipertanyakan manakala kita tidak menghargai saudara kita sebangsa karena berbeda agama, suku, golonan dsb. Ada anggapan yang berbeda menjadi penghalang persatuan. Kita harus bisa bersatu dalam keragaman . Dalam hal berbahasa kita justru banyak menggunakan bahasa yang rancu campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa misalnya. Para pelajar juga tidak mengindahkan lagi tata bahasa, etika dan aturan menulis dsb.

Marilah pada kesempatan ini kita bangkit kembali untuk memperkuat persatuan kita sebagai bangsa. Semangat Sumpah Pemuda bisa diaktualkan lagi untuk memacu semangat keindonesiaan kita. Semoga!

Rabu, 24 September 2008

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan berakhir, dimana kaum muslimin menjalankan ibadah puasa yang disertai juga ketekunan membaca Kitab Suci Al Quran. Kebetulan juga dalam bulan September ini umat Katolik juga menjadikan bulan September sebagai Bulan Kitab Suci. Umat Katolik juga diharapkan rajin membaca dan memahami kehendak Allah lewat SabdaNya dalam kitab suci. Kebetulan fokusnya pada kisah Yusuf yang juga terdapat dalam Kitab Suci Al Quran. Bertolak dari hal tersebut ada kerinduan bersama untuk meneladani tokoh-tokoh dalam kitab suci, khususnya Yusuf dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semoga dengan kesamaan ingin melaksanakan Sabda Tuhan yang ada dalam Kitab Suci masing-masing, kita umatnya menjadi sekain baik tingkah lakunya dimanapun berada. Senakin bersaudara dengan siapa saja dan sangat menghargai martabat manusia apapun latar belakangnya. Kalau semua orang tekun melaksanakan SabdaNya tentu akan terwujud perdamaian dunia, sebagai mana dalam doa Bapa Kami dalam agama katolik yang berbunyi "di atas bumi seperti di dalam Surga" Aduh alangkah nikmatnya!

Pada kesempatan yang baik ini, Keluarga Besar SMA Marsudirini Muntilan mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada saudara-saudari muslim (baik Siswa maupun Guru) dimanapun berada, khususnya di Kabupaten Magelang tercinta ini. Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja yang terjadi dalam setiap perjumpaan, dalam pergaulan sehari-hari.

Semoga peristiwa Idul Fitri ini menjadi awal untuk memulai kehidupan yang lebih baik yang bermanfaat dan menjadikan berkat bagi yang lain. Semoga!!!

Rabu, 10 September 2008

HP SISWA DAN PERMASALAHANNYA

Semula SMA Marsudirini memutuskan melarang siswa menggunakan/membawa HP ke sekolah. Beberapa siswa melakukan pelanggaran dengan sembunyi-sembunyi membawa HP. Alasannya untuk komunikasi dengan keluarga supaya dijemput saat pulang sekolah. Demikian pula orang tua yang bersangkutan mengusulkan supaya siswa diperbolehkan membawa HP karena memang sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa tertentu.

Akhirnya sekolah memutuskan untuk memperbolehkan siswa membawa HP tetapi harus dititipkan ke kantor. Usai sekolah baru boleh diambil untuk dapat dipergunakan. Dalam perjalanannya tidak banyak siswa yang menitipkan. Sebagian besar siswa yang membawa menyembunyikan dalam tas atau disaku. Beberapa ada yang ketangkap menggunakan HP saat jam pelajaran. Siswa mengusulkan supaya diberi kelonggaran soal HP. Alasannya masak hari gini masih dilarang pakai HP, nampak kalau tidak mengikuti perkembangan jaman.

Selanjutnya sekolah membebaskan siswa membawa HP. Hanya satu catatan aturan yaitu tidak boleh dipergunakan saat proses pembelajaran. Mereka yang ketangkap mengunakan HP saat kegiatan belajar, HP disita sampai akhir tahun yaitu kenaikan kelas/lulus.

Ternyata siswa mulai menyalahgunakan kelonggaran yang diberikan sekolah. Mereka tetap mengaktifkan tetapi suara tidak diaktifkan hanya getar. Pada saat HP nya bergetar siswa mulai tergoda untuk membuka. Ada yang kemudian pura-pura mau kencing ke WC padahal mau membuka HP dan SMS. Ada juga yang seperti kecanduan sehingga saat istirahat/pulang sekolah tanggan tidak lepas dari tombol-tombol HP. Bahkan ada yang HPnya diisi dengan gambar porno. Aduh sungguh sangat memprihatinkan. Ada siswa yang administrasi keuangan tidak beres tetapi mampu membeli pulsa dsb. Sekolah agak direpotkan dengan urusan HP. mau melarang dinilai gaptek, tetapi diberi kelonggaran justru rawan penyelewengan.

Oleh karena itu dalam waktu singkat ini akan ada perubahan aturan mengenai pengunaan HP siswa di sekolah!!!.

Senin, 08 September 2008

HIKMAH IKUT LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA


Pada tanggal 27 Agustus 2008, SMA Marsudirini Muntilan mengikuti Lomba debat berbahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Magelang dan diadakan di Sawitan.
Peserta lomba adalah SMA negri /Swasta dan MA se kab. Magelang.

Utusan dari Marsudiriini adalah Bagas kelas XII IPA, Hendra Nugraha Kelas XI IPS dan Yohana Yusuf kelas X. Menurut pengalaman peserta dengan mengikuti lomba minimal kita ikut berpartisipasi dan syukur-syukur mendapatkan juara. Yang jelas tambah pengalaman bagaimana aturan main berdebat dan belajar mempersiapkan diri dengan membaca berbagai materi baik dari buku/majalah yang tersedia di Perpustakaan hingga mencari materi di internet.

Dalam berdebat yang sangat diperlukan adalah bagaimana mengatakan suatu gagasan/ide atau pendapat dan dilengkapi dengan argumentasi yang logis dan upto date. Keberanian tampil dengan tidak grogi menjadi modal utama. Peserta diharapkan tampil dengan tenang dan meyakinkan.

Kami memang belum menjadi sang juara. tetapi pengalaman yang kami dapatkan lebih berarti bagi kami maupun bagi teman-teman dan adik kelas, untuk bersiap-siap seandainya nanti ada lomba serupa. Kami bisa belajar juga dari sekolah lain yang memang lebih baik Itulah salah satu hikmah mengikuti lomba debat.

Jumat, 05 September 2008

PRAKTEK BERDEMOKRASI


Hari ini, Jumat 5 September 2008, merupakan hari istimewa bagi siswa SMA Marsudirini. Para siswa senang tidak ada pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran diusung ke halaman. Panitia OSIS telah mempersiapkan kegiatan yaitu Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Marsudirini Muntiulan periode 2008/2009.
Proses pemilihan dikemas layaknya memilih Presiden dan Wapres saja. Sebelum para siswa anggota OSIS memberikan suara pilihannya para kandidat berjumlah 4 pasang diminta berkampanye dulu dengan menyampaikan program-programnya seandainya terpilih. Selanjutnya dilaksanakan debat terbuka dengan 3 pasang calon lainnya dan para pengurus lama juga dengan seluruh siswa. Pada acara debat ini terlaksana dengan sangat seru dan kompetitif. Mereka menyampaikan argumentasinya dengan baik dan menanggapi dengan baik pula. Demikian pula para siswa yang lain juga memberikan tanggapan berupa pertanyaan, mengonfrontasikan dan memberikan dukungan pada program yang baik. Setelah acara debat selesai, istirahat sebentar untuk menyiapkan kartu susra dan bilik suara. Satu persatu siswa memberikan hak suaranya.
Setelah dihitung belum ada calon yang mendapatkan suara 50% ditambah satu. Maka dilanjutkan pilihan putaran kedua dan terpilih calon dengan dukungan lebih dari 50 %.

Selesailah sudah proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dengan sangat demokratis. Inilah cara siswa OSIS khususnya mempraktekkan pembelajaran PKn tentang demokrasi.
Inilah masyarakat Indonesia mini melaksanakan demokrasi sebagai bekal kalau nanti terpilih menjadi pemimpin negara. Semoga!!!