Kamis, 16 Oktober 2008

OKTOBER BAGI KITA

Banyak hal yang bisa direnungkan pada bulan Oktober ini. Bagi pelajar, khususnya tengah bulan Oktober ini disibukkan dengan kegiatan Tes Mid Semester. Hal ini merupakan kesempatan bagi kita para pelajar untuk melihat dan mengetahui sejauh mana perkembangan belajar kita. Kalau nanti hasil mid semester baik berarti ada kemajuan dan kita berkembang. Sebaliknya kalau hasilnya jelek berarti kita tidak maju atau malah mundur. Untuk memperbaiki bisa ditemukan dulu penyebabnya. Apa yang kurangn pada kita dan apa yang berlebih. Mungkin ada yang belajarnya sedikit dolannya banyak. Untuk memperbaiki harus dibalik yaitu kurangi dolan tambah belajar dst.

Sebagai bangsa Indonesia kita bisa mengenang berbagai hal yang berkaitan dengah kebangsaan kita. Sekarang ini ada gejala semangat kebangsaan kita berkurang. Rasa nasionalisme kita juga berkurang. Maka baik kalau kita mengenang peristiwa Sumpah Pemuda. Para pemuda saat itu berani menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Apakah semangat persatuan itu masih hidup dan berkembang dalam diri kita sekarang ini? Jangan-jangan kita justru mengembangkan kebalikannya. Kita merusak persatuan kita. Apakah kita masih mncintai tanah air kita? Ada keprihatinan bahwa generasi muda kita sekarang ini sudah tidak kenal lagi wilayah indonesia. Pengetahuan tentang peta Indonesia lemah. Semangat sebagai satu bangsa juga dipertanyakan manakala kita tidak menghargai saudara kita sebangsa karena berbeda agama, suku, golonan dsb. Ada anggapan yang berbeda menjadi penghalang persatuan. Kita harus bisa bersatu dalam keragaman . Dalam hal berbahasa kita justru banyak menggunakan bahasa yang rancu campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa misalnya. Para pelajar juga tidak mengindahkan lagi tata bahasa, etika dan aturan menulis dsb.

Marilah pada kesempatan ini kita bangkit kembali untuk memperkuat persatuan kita sebagai bangsa. Semangat Sumpah Pemuda bisa diaktualkan lagi untuk memacu semangat keindonesiaan kita. Semoga!

Rabu, 24 September 2008

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan berakhir, dimana kaum muslimin menjalankan ibadah puasa yang disertai juga ketekunan membaca Kitab Suci Al Quran. Kebetulan juga dalam bulan September ini umat Katolik juga menjadikan bulan September sebagai Bulan Kitab Suci. Umat Katolik juga diharapkan rajin membaca dan memahami kehendak Allah lewat SabdaNya dalam kitab suci. Kebetulan fokusnya pada kisah Yusuf yang juga terdapat dalam Kitab Suci Al Quran. Bertolak dari hal tersebut ada kerinduan bersama untuk meneladani tokoh-tokoh dalam kitab suci, khususnya Yusuf dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semoga dengan kesamaan ingin melaksanakan Sabda Tuhan yang ada dalam Kitab Suci masing-masing, kita umatnya menjadi sekain baik tingkah lakunya dimanapun berada. Senakin bersaudara dengan siapa saja dan sangat menghargai martabat manusia apapun latar belakangnya. Kalau semua orang tekun melaksanakan SabdaNya tentu akan terwujud perdamaian dunia, sebagai mana dalam doa Bapa Kami dalam agama katolik yang berbunyi "di atas bumi seperti di dalam Surga" Aduh alangkah nikmatnya!

Pada kesempatan yang baik ini, Keluarga Besar SMA Marsudirini Muntilan mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada saudara-saudari muslim (baik Siswa maupun Guru) dimanapun berada, khususnya di Kabupaten Magelang tercinta ini. Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja yang terjadi dalam setiap perjumpaan, dalam pergaulan sehari-hari.

Semoga peristiwa Idul Fitri ini menjadi awal untuk memulai kehidupan yang lebih baik yang bermanfaat dan menjadikan berkat bagi yang lain. Semoga!!!

Rabu, 10 September 2008

HP SISWA DAN PERMASALAHANNYA

Semula SMA Marsudirini memutuskan melarang siswa menggunakan/membawa HP ke sekolah. Beberapa siswa melakukan pelanggaran dengan sembunyi-sembunyi membawa HP. Alasannya untuk komunikasi dengan keluarga supaya dijemput saat pulang sekolah. Demikian pula orang tua yang bersangkutan mengusulkan supaya siswa diperbolehkan membawa HP karena memang sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa tertentu.

Akhirnya sekolah memutuskan untuk memperbolehkan siswa membawa HP tetapi harus dititipkan ke kantor. Usai sekolah baru boleh diambil untuk dapat dipergunakan. Dalam perjalanannya tidak banyak siswa yang menitipkan. Sebagian besar siswa yang membawa menyembunyikan dalam tas atau disaku. Beberapa ada yang ketangkap menggunakan HP saat jam pelajaran. Siswa mengusulkan supaya diberi kelonggaran soal HP. Alasannya masak hari gini masih dilarang pakai HP, nampak kalau tidak mengikuti perkembangan jaman.

Selanjutnya sekolah membebaskan siswa membawa HP. Hanya satu catatan aturan yaitu tidak boleh dipergunakan saat proses pembelajaran. Mereka yang ketangkap mengunakan HP saat kegiatan belajar, HP disita sampai akhir tahun yaitu kenaikan kelas/lulus.

Ternyata siswa mulai menyalahgunakan kelonggaran yang diberikan sekolah. Mereka tetap mengaktifkan tetapi suara tidak diaktifkan hanya getar. Pada saat HP nya bergetar siswa mulai tergoda untuk membuka. Ada yang kemudian pura-pura mau kencing ke WC padahal mau membuka HP dan SMS. Ada juga yang seperti kecanduan sehingga saat istirahat/pulang sekolah tanggan tidak lepas dari tombol-tombol HP. Bahkan ada yang HPnya diisi dengan gambar porno. Aduh sungguh sangat memprihatinkan. Ada siswa yang administrasi keuangan tidak beres tetapi mampu membeli pulsa dsb. Sekolah agak direpotkan dengan urusan HP. mau melarang dinilai gaptek, tetapi diberi kelonggaran justru rawan penyelewengan.

Oleh karena itu dalam waktu singkat ini akan ada perubahan aturan mengenai pengunaan HP siswa di sekolah!!!.

Senin, 08 September 2008

HIKMAH IKUT LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA


Pada tanggal 27 Agustus 2008, SMA Marsudirini Muntilan mengikuti Lomba debat berbahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Magelang dan diadakan di Sawitan.
Peserta lomba adalah SMA negri /Swasta dan MA se kab. Magelang.

Utusan dari Marsudiriini adalah Bagas kelas XII IPA, Hendra Nugraha Kelas XI IPS dan Yohana Yusuf kelas X. Menurut pengalaman peserta dengan mengikuti lomba minimal kita ikut berpartisipasi dan syukur-syukur mendapatkan juara. Yang jelas tambah pengalaman bagaimana aturan main berdebat dan belajar mempersiapkan diri dengan membaca berbagai materi baik dari buku/majalah yang tersedia di Perpustakaan hingga mencari materi di internet.

Dalam berdebat yang sangat diperlukan adalah bagaimana mengatakan suatu gagasan/ide atau pendapat dan dilengkapi dengan argumentasi yang logis dan upto date. Keberanian tampil dengan tidak grogi menjadi modal utama. Peserta diharapkan tampil dengan tenang dan meyakinkan.

Kami memang belum menjadi sang juara. tetapi pengalaman yang kami dapatkan lebih berarti bagi kami maupun bagi teman-teman dan adik kelas, untuk bersiap-siap seandainya nanti ada lomba serupa. Kami bisa belajar juga dari sekolah lain yang memang lebih baik Itulah salah satu hikmah mengikuti lomba debat.

Jumat, 05 September 2008

PRAKTEK BERDEMOKRASI


Hari ini, Jumat 5 September 2008, merupakan hari istimewa bagi siswa SMA Marsudirini. Para siswa senang tidak ada pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran diusung ke halaman. Panitia OSIS telah mempersiapkan kegiatan yaitu Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Marsudirini Muntiulan periode 2008/2009.
Proses pemilihan dikemas layaknya memilih Presiden dan Wapres saja. Sebelum para siswa anggota OSIS memberikan suara pilihannya para kandidat berjumlah 4 pasang diminta berkampanye dulu dengan menyampaikan program-programnya seandainya terpilih. Selanjutnya dilaksanakan debat terbuka dengan 3 pasang calon lainnya dan para pengurus lama juga dengan seluruh siswa. Pada acara debat ini terlaksana dengan sangat seru dan kompetitif. Mereka menyampaikan argumentasinya dengan baik dan menanggapi dengan baik pula. Demikian pula para siswa yang lain juga memberikan tanggapan berupa pertanyaan, mengonfrontasikan dan memberikan dukungan pada program yang baik. Setelah acara debat selesai, istirahat sebentar untuk menyiapkan kartu susra dan bilik suara. Satu persatu siswa memberikan hak suaranya.
Setelah dihitung belum ada calon yang mendapatkan suara 50% ditambah satu. Maka dilanjutkan pilihan putaran kedua dan terpilih calon dengan dukungan lebih dari 50 %.

Selesailah sudah proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dengan sangat demokratis. Inilah cara siswa OSIS khususnya mempraktekkan pembelajaran PKn tentang demokrasi.
Inilah masyarakat Indonesia mini melaksanakan demokrasi sebagai bekal kalau nanti terpilih menjadi pemimpin negara. Semoga!!!

Selasa, 26 Agustus 2008

KUNCI UNTUK SUKSES BAGI PELAJAR

Apakah anda optimis nanti naik kelas atau lulus? Kalau anda mengenal diri anda sendiri pasti anda mempunyai sikap optimis. Penulis mempunyai pengalaman bahwa sejak sekolah/kuliah mempunyai sikap optimis akan keberhasilan.

Salah satu cara yang penulis tularkan adalah membuat target hasil yang akan dicapai dalam setiap ulangan atau ujian untuk setiap mata pelajaran. Dengan target tersebut anda usahakan belajar sungguh-sungguh untuk mencapai terget tersebut. Yakinlah anda akan mendapatkan hasil seperti yang ditargetkan. Semakin kecil melesetnya dari target berarti anda semakin mengenal kemampuan diri. Usahakan menargetkan yang semakin tepat sesuai dengan realitas kemampuan anda.

Apa yang kamu targetkan menjadi isi dan motivasi dalam belajar dan berdoa. Percayalah anda pasti berhasil dan selalu optimis dengan diri anda sendiri. Demikian pula untuk hasil ujian nasional nanti. targetkan dari sekarang hasil yang anda inginkan sesuai dengan kemampuan anda dan memenuhi kriteria untuk lulus. Silahkan coba dan buktikan sendiri.

Rabu, 20 Agustus 2008

HIKMAH HINGAR BINGAR PERAYAAN 17-AN

Dalam rangka ikut memeriahkan HUT RI ke -63, SMA Marsudirini Muntilan menyelenggarakan beberapa kegiatan dari oleh dan untuk siswa yang dikomando OSIS. Kegiatan tersebut antara lain : Lomba kebersihan Kelas, Lomba menyanyi lagu Marsudirini dan lagu perjuangan, Juga lomba tradisional yang merakyat yaitu lomba kelereng, makan krupuk dan cari koin dalam baskom.

Kegiatan siswa ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 Agustus 2008. Para siswa merasa senang karena hari itu mereka tidak belajar di kelas sepeti biasa. Para siswa belajar di halaman dengan aneka kegiatan tersebut. Mereka berpartisipasi entah sebagai pemain, penonton, pelaksana, penggembira dsb. Pokoknya asyik dan gayeng.

Beberapa hari sebelumnya wajah sekolah juga dihiasi dengan bendera, umbul-umbul dsb seperti biasanya dengan dominnan warna merah putih. Inilah kebiasaan merayakan HUT Kemerdekaan RI. Tidak lupa pada hari H tanggal 17 Agustus ikut serta dalam upacara kenegaraan di lapangan pemda Kec. Muntilan dengan Pembina Upacara bapak Camat Muntilan.
Karena upacara dilaksanakan pagi dan sore maka para siswa ada yang menginguti upacara pagi yaitu penaikan bendera dan upacara penurunan bendera pada sore hari.

Tanggal 18 Agustus dilaksankan karnaval untuk kota Muntilan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam karnaval ini Marsudirini komplek Muntilan mengikuti karnaval dengan mobil hias. Dan perayaan kemerdekaan tingkat kecamatan Muntilan akan diakhiri dengan pentas seni Sabtu tanggal 23 Agustus 2008.

Setelah kegiatan-kegiatan tersebut selesai, lalu bagaimana? usailah sudah? Inilah yang paling penting sebenarnya yaitu bisa mengambil hikmah untuk pembangunan masa kini. Ada banyak hal yang memprihatinkan dalam kehidupan riil. Jalan Muntilan - Talum yang rusak parah karena kerakusan mengeruk pasir merapi, kesejahteraan rakyat yang masih jauh dari harapan, harga yang terus melambung sehingga uang sepertinya tidak ada harganya, angkanya besar tetapi daya belinya rendah. dsb. Apa yang salah?

Semangat 45 (semangat para pahlawan) perlu diaktualkan lagi. Dahulu banyak pejuang untuk Indoneia tetap[i sekarang pejuang untuk diri sendiri. Maraknya korupsi menjadi contoh. Ada kesan para pengelola negara layaknya para pedagang yang mentalitasnya hanya mencari keuntungan secara licik. Semangat rela berkorban untuk rakyat, bangsa dan negara sudah tidak ada. Negara yang seharusnya kaya tetapi rakyatnya tetap miskin.

Perlu penataan ulang untuk membangun bangsa dan negara. Inilah tantangan dan tugas bangsa Indonesia masa kini.
Semoga generasi muda yang diwarisi semangat pejuang bangkit kembali untuk kejayaan bangsa dan negara bukan untuk diri dan keluarganya. Amin!